Menuju Indonesia Merdeka

Monumen Nasional

Berlokasi di bawah Monas, Museum Sejarah Nasional Indonesia memiliki 51 diorama sepanjang dinding dan di tengah ruangan museum. Diorama-diorama ini menceritakan saat-saat penting dalam sejarah Indonesia. Diciptakan oleh Edhi Sunarso, dosen Sekolah Tinggi Seni Rupa ASRI Yogyakarta (ISI Yogya) dan salah satu pelopor seni patung modern Indonesia. Sebagian diorama menunjukkan pergolakan menuju Indonesia merdeka.

Penjajahan Eropa
Tibanya bangsa Eropa di Asia Tenggara sering dianggap sebagai peristiwa penting dalam sejarah Indonesia, karena membuka jalan menuju penjajahan asing.

Dimulai dari abad 16, bangsa Eropa - Portugis, Spanyol, Belanda dan Inggris - berlomba-lomba mendominasi perdagangan rempah-rempah langsung pada sumbernya, dan pala dan rempah-rempah berharga lainnya berasal dari 'Spice Islands' (Maluku) di Indonesia.

Bangsa Portugis adalah bangsa Eropa pertama yang mendarat di Indonesia, tapi Belanda, melalui VOC, adalah bangsa yang berhasil menjajah sebagian besar wilayah Indonesia untuk waktu yang paling lama.

Perang melawan penjajah dikobarkan oleh berbagai kerajaan yang tersebar di berbagai pelosok negara, dengan tingkat kesuksesan berbeda-beda.

Biaya menekan berbagai pemberontakan ini sangat mahal, menyebabkan pemerasan sumber daya yang lebih ekstrim. Pemerasan ini berakibat bencana bagi rakyat.

Di awal abad 20, perjuangan nasionalis mulai dibentuk dan makin menguat suaranya walau beberapa kali dijegal.

Penjajahan Jepang
Jepang menyerang dan akhirnya menjajah Indonesia selama tiga tahun selama Perang Dunia II, sesudah merebut kekuasaan dari Belanda. Penindasan terhadap rakyat terus berlangsung, tapi tidak menyurutkan perjuangan menuju kemerdekaan.
Semakin dekat ke Indonesia merdeka
Menjelang Agustus 1945, sesudah perjuangan ratusan tahun, kaum nasionalis akhirnya merampungkan konsep negara Indonesia merdeka.
Kredit: Semua media
Cerita yang ditampilkan mungkin dalam beberapa kasus telah dibuat oleh pihak ketiga yang independen dan mungkin tidak selalu mewakili pandangan lembaga penyedia konten, yang tercantum di bawah ini.
Terjemahkan dengan Google
Beranda
Jelajahi
Di sekitar
Profil