BIENNALE JOGJA XII 2013 (INDONESIA - NEGARA-NEGARA ARAB)

Yayasan Biennale Yogyakarta

Indonesia dan negara-negara Arab memiliki kesamaan sejarah budaya yang terjalin selama ratusan tahun lewat Islam yang dianut mayoritas masyarakat di kedua kawasan. Dengan pertimbangan ini, dan negara-negara Arab sebagai mitra, fokus BJ XII adalah relasi sosial, budaya dan kepercayaan. Dikurasi oleh Agung Hujatnikajenong (Indonesia) & Sarah Rifky (Egypt).

Biennale adalah tempat yang mempertemukan narasi, pemikiran, dan kepentingan yang berbeda-beda dalam sebuah medium pameran.

Terutama di Yogyakarta, di mana formasi budaya dan politiknya juga cenderung ‘sinkretis’, seni rupa kontemporer menjadi praktik yang terbuka bagi proses perjumpaan antara yang baru dan yang lama, yang ‘lokal’ dan yang ‘asing’.

Dalam kasus Biennale Jogja XII Equator #2, oleh karena saling silang hubungan sejarah antara Indonesai dan kawasan Arab, ‘yang asing’ selalu berpotensi mengandung kelokalan, dan sebaliknya, ‘yang lokal’ juga tak selalu dekat dan akrab dengan ruang dan konteks sosial tempat pameran ini berlangsung.

Dimensi sinkretis dalam seni rupa kontemporer tidak hanya terletak dalam gagasan-gagasan seniman yang menembus batas-batas teritorial dan budaya, tetapi juga ketika karya-karya mereka mampu ‘berdialog’ dengan ruang-ruang baru.

Kredit: Semua media
Cerita yang ditampilkan mungkin dalam beberapa kasus telah dibuat oleh pihak ketiga yang independen dan mungkin tidak selalu mewakili pandangan lembaga penyedia konten, yang tercantum di bawah ini.
Terjemahkan dengan Google
Beranda
Jelajahi
Di sekitar
Profil