AAG SOBRAT, MAESTRO BALI

ARMA Museum

Anak Agung Gde Sobrat (1912 - 1992) adalah putra keluarga bangsawan dari Padangtegal di Ubud, Bali, dan salah satu dari dua seniman di Padangtegal yang bertemu Walter Spies di penghujung 1920an. Spies adalah seniman Jerman, yang bersama Rudolf Bonnet, dianggap membawa pembaharuan dan modernisasi dalam dunia seni Bali. Di awal tahun 30an, Bonnet menganggap Sobrat sebagai seniman Bali paling berbakat untuk masanya berdasarkan keterampilannya melukis, komposisi warna dan fleksibilitasnya.

Sobrat belajar mengenai teknik melukis Barat dari Spies dan Bonnet. Sobrat banyak dipengaruhi - bahkan ada yang beranggapan meniru total - gaya Bonnet dalam hal warna, komposisi maupun teknik melukis manusia.

Ini tampak jelas dalam lukisan-lukisannya yang bertema suasana pasar dan tari-tarian. Ia belajar seni potret dari Bonnet.

Ia banyak melukis dengan tema kehidupan di pasar, yang hampir sepenuhnya bergaya naturalis. Karya-karyanya sampai sekarang masih dijual di galeri-galeri dunia.

Kredit: Semua media
Cerita yang ditampilkan mungkin dalam beberapa kasus telah dibuat oleh pihak ketiga yang independen dan mungkin tidak selalu mewakili pandangan lembaga penyedia konten, yang tercantum di bawah ini.
Terjemahkan dengan Google
Beranda
Jelajahi
Di sekitar
Profil