2015

KISAH YANG TERSELAMATKAN

POLIN Museum of the History of Polish Jews

Koleksi Museum POLIN
Museum sejarah Yahudi Polandia POLIN

Pada tahun 1945 distrik bekas ghetto Yahudi di Warsawa hanya merupakan  reruntuhan.  Sekarang, tepatnya di tempat  bekas bangunan Barak Artileri Kemahkotaan, yang pada masa berfungsinya ghetto menjadi tempat kedudukan  Dewan Yahudi, telah berdiri  gedung Museum POLIN sebagai lambang  peringatan sejarah orang Yahudi  Polandia.  Di balik benda-benda peninggalan sejarah Yahudi yang menjadi koleksi Museum, tersembunyi biografi beberapa generasi Yahudi yang mempesona.

Benda-benda yang sempat diselamatkan dari pemusnahan Yahudi ini jenisnya macam-macam, mulai dari pusaka warisan, sampai kepada benda yang tidak bertuan dan anonim. Kisah-kisahnya menunggu untuk digali kembali.

Sebelum bekas Barak Artileri Kemahkotaan dibakar, April 1946
Museum sejarah Yahudi Polandia POLIN dibuka pada bulan April tahun 2013.
Sendok ini ditemukan di wilayah bekas ghetto Warsawa saat dilakukan galian arkeologi sebelum pembangunan gedung Museum POLIN.  Diputuskan untuk membiarkan sendok seperti apa adanya, dikelilingi akar pohon, agar koneksi simbolik benda itu tidak hilang.

Di reruntuhan ghetto Warsawa juga ditemukan coin tanda tunjangan yang dikeluarkan oleh komunitas Yahudi kota Poznan.  Pemiliknya kemungkinan adalah pengungsi dari Poznan. Seusai pembentukan ghetto Warsawa pada bulan Oktober 1940, sekitar 90,000 orang Yahudi dipindahkan kesana dari daerah Polandia yang diduduki dan dibawah administrasi Jerman (Reichsgau Wartheland).

Coin tanda tunjangan yang ditemukan di reruntuhan ghetto Warsawa saat dilakukan galian arkeologi.

Ubin lantai ditemukan pada waktu pembangunan Museum POLIN di sekitar jalan Bonifraterska dan Muranowska.  Kemungkinan berasal dari synagog yang terletak  di jalan Muranowska 18/20,  yang merupakan tempat penampungan pengungsi pada masa  ghetto.  Bangunan ini dibongkar pada tahun 1943.

Ubin lantai yang ditemukan di reruntuhan ghetto Warsawa saat dilakukan galian arkeologi.
Di Kazimierz, Kraków, tahun 30-an, fot. Tadeusz Przypkowski

“Bapak Insinyur yang terhormat, setelah lama mencari, saya kira akhirnya saya telah menemukan tempat kerja Anda. Saya ingin mengungkapkan besarnya rasa hutang budi kepada Anda dan keluarga yang telah menyelamatan kami, ” – ditulis oleh Stanislaw (Solomon) Kaczerginski dari Tel Aviv pada tahun 1953 kepada Ir. Tarasiewicz, yang bersama keluarganya telah menyembunyikan Kaczerginski, adiknya Miriam dan anaknya Aron selama perang berlangsung.  Sejak tahun 1953 sampai tahun 70-an surat menyurat antara kedua keluarga berlangsung tanpa henti.

Surat Stanislaw Kaczerginski yang disembunyikan oleh keluarga Tarasewicz pada waktu perang.

Foto dikirim oleh keluarga Kaczerginski kepada keluarga Tarasiewicz dengan dedikasi " Penghargaan-  kepada Penyelamat” Dari kiri atas: Aron, putra Miriam Wasserman (dari kel. Kaczerginski), Miriam Wasserman. Dari kiri bawah: Solomon Kaczerginski, Abraham Wasserman.

Foto keluarga Kaczerginski.

“Besok pasti kami sudah tidak adai. Saya juga mohon agar Lalusia [?] bisa dibawa, itu harus dilakukan sesegera mungkin, karena setiap saat bisa terlambat. ” Gryps (pesan rahasia yang diselundupkan ke luar penjara) ini dikirim oleh Bronislaw Perelmuter-Rapnicka kepada iparnya  (orang Polandia) pada musim gugur 1942. Permintaan untuk mengurus putrinya berusia 7 bulan yang lahir di penjara Zamosc.  Anak itu berhasil diselamatkan, ibunya dibunuh oleh tentara Jerman dalam salah satu dari banyak eksekusi yang berlangsung selama tahun 1942-1943.

Gryps (pesan rahasia yang diselundupkan ke luar penjara) yang diserahkan oleh Jolanta Polberg
Kutipan dari wawancara dengan Jolanta Polberg, yang selamat dari penjara di Zamosc

Boneka berpakaian Rom (gipsy) sampai ke tangan Maria Senczuk di masa perang. Boneka tersebut dititipkan kepada pedagang yang keluar dari ghetto Warsawa. Pada pertengahan tahun 1970-an Maria memberikan boneka ini kepada adiknya, Helena. 30 tahun kemudian Helena mewariskan  boneka tersebut kepada cucunya, yang kemudian menyumbangkannya kepada Museum POLIN.

Boneka dar ghetto Warsawa

Balsaminka ( tempat menyimpan kemenyan dan rempah-rempah untuk upacara Havdalah yang menandakan bahwa hari Shabbat / Sabat telah berakhir) yang diwarisi oleh Kurt Weber dari orangtuanya. Kemungkinan Ibunya mendapatkan benda tersebut ketika dideportasi ke Asia Tengah, dimana seluruh keluarga Weber bermukim dimasa perang dunia kedua.

Balsaminka yang diwarisi oleh Kurt Weber. Museum Sejarah Yahudi Polandia POLIN.

Tas tangan dengan tali rantai milik Regina Horowitz dihadiahkan oleh paman dan bibinya di Wina sebelum mereka pergi menonton konser. Bertahun-tahun kemudian Regina memberikan tas yang masih berisi tiket konser itu kepada putrinya, Helena Schweitzer.

Tas tangan yang diwarisi oleh Helena Schweitzer
Tiket konser dan tas tangan yang diwarisi oleh Helena Schweitzer

Spanduk dengan slogan "Kami mengutuk! Agresi Israel!” mengacu pada Perang Enam Hari Arab-Israel tahun 1967. Kutukan terhadap Israel oleh Polandia adalah awal dari kampanye antisemitisme pada Maret 1968. Akibatnya, sekitar 13.000 orang Yahudi dipaksa untuk meninggalkan Polandia.

Spanduk yang dipakai saat pawai antisionisme pada bulan Maret 1968

Spanduk ini digunakan pada waktu pawai  1 Mei (hari raya nasional Polandia) tahun 1968 di Warsawa. Foto dibidik oleh Roman Broniarek. Pada tahun 2006 Malgorzata Ritterschild menemukan spanduk ini yang terbuang di ruang bawah tanah sebuah rumah di jalan Nowolipki No.12, Warsawa.

Pawai tanggal 1 Maei 1968 di Warsawa, foto hasil karya Roman Broniarek, koleksi KARTA Center Foundation
Kutipan dari wawancara dengan Margaret Ritterschild

Kopor yang dibawa keluarga Merc dalam perjalanan keluar dari Polandia, 8 September 1969. Keputusan untuk meninggalkan Polandia disebabkan oleh peluncuran kampanye antisemitisme yang dimulai pada bulan Maret 1968.

Kopor milik emigran Maret (orang Yahudi yang terpaksa beremigrasi dari Polandia pada tahun 1968)

Foto yang menunjukkan orang-orang Yahudi di jalan kota Sosnowiec sebelum perang, dikirimkan ke Museum POLIN bersama dengan surat dari seorang donor anonim:  "Dengan hormat, di suatu saat dimana pada tahun 1968-1969, sahabat saya terpaksa meninggalkan Polandia. Saya telah membantunya berkemas [...] Seperti Anda ketahui, tidak semua barang dapat dibawa bersamanya. Sebelum berpisah  dia meninggalkan sebuah foto yang sangat berarti baginya kepada saya. Sekarang saya menyerahkannya [...] ke Museum. Mungkin akan berguna bagi Anda.  Saya pikir itu sesuai dengan kehendak almarhum sahabat saya.

Foto jalan di kota Sosnowiec yang telah disampaikan oleh seorang donor anonim /Museum POLIN

Toko-toko antik dan portal lelang dalam beberapa tahun terakhir dipenuhi dengan benda-benda yang membuktikan kekayaan hidup orang Yahudi jaman dulu  di Polandia. Pemilik benda sudah hilang sehubungan dengan proses Holocaust, benda itu menjadi tak bertuan dan akhirnya menemukan tempat mereka di antara koleksi Museum POLIN.

Wajah-wajah yang tampil dalam foto keluarga Wolf Kuszniewicz dari kota Maniewicz (Manevichy) di daerah Wolyn (Volyn), hanya dapat dketahui namanya sebanyak yang tertulis di bagian belakang foto.  Foto ini telah dibeli dari seorang kolektor.

Foto keluarga Wolf Kuszniewicz dari Maniewicz di daerah Wolyn

Penampilan siswa yeshiva pada peringatan hari raya Purim di Poniewiez (Panevėžys) tahun 1926. 

Yeshiva didirikan pada tahun 1909 atas inisiatif Rabbi Rabinovitch. Pada masa kejayaannya setelah tahun 1919 sekolah tersebut merupakan sekolah agama yang terbesar di Lithuania. Karena yeshiva hanya menerima anak laki-laki, salah satu dari mereka berpakaian sebagai Ratu Ester, tokoh utama dalam peringatan hari raya Purim.

Pelajar Yeshiva di Poniewiez, tahun 1926/ Museum POLIN

Kotak dari pabrik gula, cokelat dan kakao Branka S.A. Lviv  milik pengusaha Yahudi, Moritz Brandsteatter. Pabrik itu didirikan pada tahun 1882 dan pada masa antara Perang Dunia I dan Perang Dunia II merupakan salah satu pabrik kembang gula terbesar di Polandia.

Kotak cokelat perusahaan ,,Branka” dari Lviv

Koleksi lainnya dari Museum POLIN dapat dilihat pada Pusat Database Judaica: judaika.polin.pl

Jika Anda memiliki barang-barang yang berhubungan dengan sejarah Yahudi Polandia, silahkan Anda datang ke museum untuk berbagi kisah dengan kami.  Dengan cara inilah kami menerima benda-benda yang menjadi dasar koleksi Museum POLIN.

Kredit: Cerita

Kurator — Justyna Koszarska-Szulc, adiunkt muzealny
Kurator — Anna Mizera, Centralna Baza Judaików
Tłumaczenie na język czeski — Zuzanna Pydzikova
Tłumaczenie na język francuski — Aleksandra Kling
Tłumaczenie na język hiszpański — Aleksandra Smuga
Tłumaczenie na język rosyjski — Sebastian Tkacz

Kredit: Semua media
Cerita yang ditampilkan mungkin dalam beberapa kasus telah dibuat oleh pihak ketiga yang independen dan mungkin tidak selalu mewakili pandangan lembaga penyedia konten, yang tercantum di bawah ini.
Terjemahkan dengan Google
Beranda
Jelajahi
Di sekitar
Profil