Spotlight Stories

Hewan dalam Kesenian Indonesia

Ayam jago, kuda, kerbau, atau monyet: mana favorit Anda?

Gesit. Kuat. Menakutkan. Varanus Komodoensis, atau Komodo, adalah binatang yang paling terkenal di Indonesia. Meskipun gelar tersebut jatuh pada Komodo, hewan lainnya tak kalah penting dalam budaya Indonesia.

Mulai dari mitologi hingga seni kontemporer, baik dalam batik maupun lukisan, hewan ini beserta ciri khasnya menunjukkan betapa istimewanya dunia fauna dalam gaya hidup orang Indonesia.

1. Ayam Jago

Di daerah Asia Tenggara, ayam jago memiliki peranan penting sebagai elemen suci dalam pemujaan pada ritual keagamaan. Di Indonesia, sabung ayam merupakan tradisi kuno dari Hindu Bali.

Lukisan I Ketut Tangen, Sabung Ayam, menggambarkan tradisi ini dilangsungkan di luar kuil dengan warna-warna yang cerah. Tiga ayam jago dikelilingi oleh para wanita asli daerah itu sembari mengumpulkan sumbangan koin guna menghias kuil. Di Indonesia, sabung ayam dikenal sebagai bentuk perjudian jika dilakukan tanpa ada kaitannya dengan upacara keagamaan.

Sabung Ayam, 1990, oleh I Ketut Tagen (Koleksi: Museum ARMA)

Ayam jago juga banyak digambarkan pada kain batik. Terutama, Ayam Jago Liar Madura yang dilukis menjadi pola simbolis. Pada batik Cirebon, Jawa Barat, siluet dari burung yang megah ini digambarkan dengan dedaunan dan ranting.

Kain Panjang 140, 1930, pembuat tidak diketahui (Koleksi: Galeri Batik YBI)

2. Kuda

Terdapat lebih dari 20 jenis kuda di Indonesia dan asal-usulnya dapat ditelusuri hingga abad ke-13. Pada diorama Perang Diponegoro yang dipamerkan di Monumen Nasional serta “Deru” oleh Ugo Untoro yang dipamerkan di Yayasan Biennale Yogyakarta tahun 2013, kuda menjadi alat transportasi manusia untuk bertualang serta berperang di sepanjang sejarah.

Perang Diponegoro, 1972, Institut Seni Indonesia Yogyakarta (Koleksi: Monumen Nasional)
Deru, 2013, Ugo Untoro (Koleksi: Yayasan Biennale Yogyakarta)

3. Kerbau

Memelihara kerbau adalah gambaran kehidupan sehari-hari masyarakat pedesaan Indonesia. Umumnya, kerbau digunakan untuk membantu para petani, khususnya untuk membajak sawah.

Pada koleksi Walter Spies di museum ARMA, kerbau membantu petani dalam rutinitas sehari-hari. Dengan adanya pengaruh realisme magis, seorang seniman Belanda memanipulasi perspektif dan menampilkan gambaran pria, kerbau, dan tanahnya.

Pemandangan dengan Bayangan Sapi, 1939, oleh Walter Spies (Koleksi: Museum ARMA)
Pemandangan dan Anak-anaknya, 1939, oleh Walter Spies (Koleksi: Museum ARMA)

4. Monyet

Sejak zaman dahulu kala, monyet telah digambarkan sebagai sosok yang berani, setia, dan penegak keadilan dalam mitologi Hindu. Dalam kisah Ramayana, sekumpulan pasukan monyet menyerang Kumbakarna guna membebaskan istri pahlawan Rama yang diculik.

Kumbakarna Diserang oleh Monyet, 1996, pembuat tidak diketahui (Koleksi: Museum ARMA)

Apa hewan favorit Anda dari kesenian Indonesia?

Terus jelajahi proyek Keajaiban Indonesia di sini.

Bagikan kisah ini kepada teman
Terjemahkan dengan Google
Beranda
Jelajahi
Di sekitar
Profil