Haseki Hürrem Sultan, adalah istri Sultan Suleiman I dari Kesultanan Utsmaniyah.
Ia lahir di kota Rohatyn, yang saat itu dikuasai oleh Kerajaan Polandia. Pada tahun 1520-an, ia ditangkap oleh bangsa Tatar Krimea dan diperbudak ke Kaffa, lalu ke Konstantinopel. Kemudian, ia dipilih untuk masuk ke harem Suleiman. Segera Hurrem menarik perhatian Suleiman, dan membuat perempuan-perempuan harem lainnya cemburu. Suatu hari, selir favorit Suleiman, Mahidevran, bertengkar dengan Hurrem dan memukulinya. Suleiman membuang Mahidevran ke Manisa bersama dengan anaknya yang merupakan calon pewaris takhta, Sehzade Mustafa. Pembuangan ini secara resmi disebut "pelatihan putra mahkota." Beberapa tahun kemudian, karena takut akan memicu pemberontakan, Suleiman memerintahkan agar Mustafa dibunuh dengan dicekik.
Pengaruh Hurrem kepada sultan kemudian terus menguat. Ia melahirkan enam anak, yaitu Putri Mihrimah, Selim II, Sehzade Bayezid, Sehzade Cihangir, Sehzade Mehmed, dan Abdullah. Suleiman juga menikahi Hurrem, dan ini merupakan pelanggaran tradisi panjang Utsmaniyah. Akibatnya, posisi Hurrem menjadi semakin kuat, dan pada akhirnya Selim II -lah yang menjadi penerus.
Tampilkan lebih sedikitBaca lebih banyak Wikipedia